Satu Tahun Pasca Banjir Bandang Sungai Cidadap, Warga Betarahan Dipuing Rumah


Hampir satu tahun setelah banjir bandang Sungai Cidadap menerjang Kampung Babakan Cisarua, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, puluhan warga masih hidup dalam ketidakpastian. Hingga kini, mereka belum mendapatkan relokasi maupun bantuan yang memadai.

Banjir bandang pertama terjadi pada 6 Maret 2025, bertepatan dengan bulan Ramadan, disusul kejadian serupa pada pertengahan dan akhir 2025. Terjangan air sungai yang membawa pasir dan bebatuan merobohkan rumah-rumah warga hingga nyaris melenyapkan satu kampung. Data mencatat 48 rumah terdampak, dengan 13 rumah hancur total.

Ketua RT 02 Babakan Cisarua, Heri, menyebut warga terpaksa bertahan di atas puing-puing rumah atau mengungsi ke kediaman kerabat. Meski telah berulang kali melapor ke pemerintah desa, hingga kini belum ada kejelasan penanganan. Kondisi tersebut diperparah oleh tekanan mental warga akibat bencana berulang, termasuk longsor yang merenggut korban jiwa.

Kekecewaan warga semakin besar setelah mengetahui bantuan biaya kontrakan Rp10 juta dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat justru diterima warga di wilayah lain, sementara korban banjir Babakan Cisarua tidak mendapatkan bantuan serupa. Padahal, banyak rumah di kampung tersebut hilang dan hanya menyisakan pasir serta reruntuhan.

Salah satu warga, Nurdin (60), mengaku rumahnya hanyut saat ia bekerja dan hingga kini masih menunggu kepastian tempat tinggal yang layak. Warga berharap pemerintah segera turun tangan, meninjau langsung lokasi, serta memberikan solusi nyata berupa relokasi dan bantuan yang adil agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman dan layak.

Sumber: radarsukabumi.com, sukabumiupdate.com, radarjabar.com, jabaronline.com, beritasatu.com, infoterkini.id


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *